HUJAN TAK BERPIHAK


          kemana angin berhembus, kemana air menguap. Hujan, diataskah kamu bersembunyi? Atau kau berkumpul menunggu yang lain datang kemudian kamu turun membasahi dunia ? Akku berharap fisik mu tak menghancurkan dunia kami, ingin kami hanya kesuburan oleh fisikmu yang cair. Hujan, dari laut mengembun ke atas menjadi awan, turun sebagai hujan, dan mengalir air melalui sungai menuju laut. Engkau bagaikan kehidupan bagi umat yang berlalu lalang memerlikan fisikmu yang tak beraturan. Sejenak hujan menghilang digantikan kemarau, kemanakah hujan meninggalkan bumi. Apakah di telan bumi, turunlah, jangan sembunyi sibalik sang kemarau. Karena kami perlu kamu hujan untuk menghidupi tanaman,heman dan manusia. Jangan sampai juga fisikmu menghancurkan bumi kami, hujan tenangkanlah dirimu.

          Anak-anak berlari di tanah yang basah karena dibasahi hujan, bergembira dan tersenyum melihatmu menghujani mereka, akankah kamu tega melihat anak-anak itu sedih melihatmu, kuharap kamu hadir disaat semua mahluk sedang membutuhkanmu, jangan menghilang atau bersembunyi di belakang kemarau,.
         Sembuhkan tumbuhan yang sakit, atau hemawan dan manusia yang kehausan akan anugerahmu sebagai penghidup bumi, jadilah pahlawan dan jangan jadi bencana bagi kaum yang menikmati dan bersyukur atas hujanmu yang datang. Jika memang bukan atas berkat hujanmu kepada siapakah kami harus mengharap, mungkin kepada sang empunya mu, tuhan.
         Akhir-akhir ini, hujan datang tanpa terduga, mau pagi, siang, sore ataupunpun malam, menyingkirkan sang surya yang menyinari bumi dan menghangatkan dunia. Rasa dingin menusuk tulang saat hujan turun, suhu dan temperatur seakan bersembunyi dalam selimut. Ingin tertawa melihat orang yang menyalahkan hujan karena iya datang, padahal ketika dia tidak hadir kaum manusia menangis.
         Kepada siapakah hujan memihak ? Hal yang sulit ditebak karena dilain sisi dia memihak untuk bisa menghidupi manusia, di sisi lain dia memberikan anugerah, tapi di sisi lain terkadang dia memberikan musibah. Salahkah hujan ? Kenapa dia disalahkan. Padahal hujan turun karea efek dari ulah manusia itu sendiri dan juga alam. Alam akan marah jika hidupnya diusik banjir datang, dan begitulah cara alam membalas perbuatan.
Berita sana-sini gosip tentang banjir menghabiskan kerugian ratusan juta rupiah,milyaran dan korban jiwa. Tengoklah dari sisi yang lain apakah kawasan yang terbanjir mengganggu alam ? Jika iya itu adalah akibat dari semua sebab. Dan satu hal yang harus kita perhatikan untuk kedepannya. Jangan sampai anak cucu kita tidak tahu apa yang namanya pohon. Gunung yang hijau dan udara sejuk kawasan pegunungan, karena sesunggyhnya alam perlu di jaga. Hujan tidak akan membuat banjir jika tidak ada sebabnya. Terdengar seru-seru gunung gede pangrango akan di babat habis karena pembangunan dunia fantasi seperti Disneyland, si penggagas sang penguasa amerika Donald Trump. Sejuknya alam berubah menjadi ramai ramai suara jeritan, jalanan arah bogor dan juga raja mandala semakin padat di akhir pekan menambah kesan negara berkembang terasa semakin kental. Kapan indonesia maju ? Kurasa indonesia tidak perlu maju untuk itu karena sering dilihat bahwa semua orang indonesia merasa dirinya sudah mampu dan kaya, jika di lihat dari update nya di media sosial PATH.


          Indonesia sombong telah menjadi pengguna internet terbesar, dan begitu pula rakyat nya, seringkali banjir datang karena rakyatnya yang sangat sombong, mungkin.

0 komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran langsung Di Comment

.